narasionline.id

JAKARTA, Narasionline.id – Pimpinan DPR RI bersama seluruh ketua fraksi partai politik sepakat memangkas sejumlah fasilitas anggota dewan, termasuk menghapus tunjangan rumah sebesar Rp50 juta. Dengan kebijakan baru ini, take home pay (THP) anggota DPR RI per bulan ditetapkan hanya Rp65.595.730.

Rincian Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI:

1. Gaji Pokok: Rp4.200.000

2. Tunjangan Suami/Istri: Rp420.000

3. Tunjangan Anak: Rp168.000

4. Tunjangan Jabatan: Rp9.700.000

5. Tunjangan Beras: Rp289.680

6. Uang Sidang/Paket: Rp2.000.000

7. Biaya Komunikasi Intensif: Rp20.033.000

8. Tunjangan Kehormatan: Rp7.187.000

9. Fungsi Pengawasan & Anggaran (Pelaksana Dewan Konstitusi): Rp4.830.000

10. Fungsi Legislasi: Rp8.461.000

11. Fungsi Pengawasan: Rp8.461.000

12. Fungsi Anggaran: Rp8.461.000

Total keseluruhan Rp74.210.680, dipotong PPh 15% sebesar Rp8.614.950, sehingga THP bersih anggota DPR hanya Rp65.595.730 per bulan.

Enam Keputusan Penting DPR:
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan kesepakatan itu diambil melalui rapat konsultasi pimpinan DPR bersama seluruh ketua fraksi sebagai respons atas gelombang aksi masyarakat. Keputusan yang diambil antara lain:

1. Menghentikan perayaan partisan anggota DPR per 31 Agustus 2025.

2. Moratorium kunjungan kerja luar negeri sejak 1 September 2025, kecuali undangan kenegaraan.

3. Penghematan fasilitas, termasuk listrik, telepon, komunikasi, dan transportasi.

4. Anggota DPR yang aktif di partai tidak lagi menerima hak keuangan.

5. Pimpinan DPR bersama MKD dan mahkamah partai akan menonaktifkan anggota yang diberhentikan.

6. Memperkuat transparansi serta partisipasi publik dalam legislasi dan kebijakan.

Adapun lima anggota DPR yang resmi diberhentikan partai adalah: Adies Kadir (Golkar), Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (NasDem), serta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya (PAN).

Surat keputusan tersebut ditandatangani Ketua DPR RI, Puan Maharani, bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa. (bob)

JAKARTA, Narasionline.id – Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendorong perubahan sistem pemilu nasional. (5/9)

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menjelaskan bahwa putusan MK yang antara lain menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) serta memisahkan pemilu nasional dengan pemilu lokal menjadi dasar utama revisi tersebut.

Revisi ini diharapkan mampu menjawab kritik publik terhadap kualitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selama ini, sistem pemilu dinilai masih menutup ruang bagi tokoh potensial dan lebih mengutamakan figur populer seperti selebriti.

Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan penguatan pengawasan dana kampanye serta transparansi pembiayaan partai politik. Yusril menegaskan bahwa partisipasi politik harus terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

“Kebijakan ini diambil untuk memperkuat demokrasi yang inklusif dan memastikan wakil rakyat berkualitas,” ujarnya.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap kualitas demokrasi di Indonesia semakin sehat dan partisipasi politik masyarakat semakin meningkat. (fal)

PALU, Narasionline.id – Longsor menerjang tambang emas Poboya yang digarap PT Macmahon Indonesia (MMI), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 16.30 WITA. Lokasi longsor berada di titik “Rica-rica”, bekas tambang manual yang kini dikuasai perusahaan.

Seorang saksi mata menyebut video longsor sudah beredar luas di grup WhatsApp penambang Poboya. “Korban jiwa belum jelas, tapi seluruh alat berat sudah dihentikan. Penjagaan sangat ketat,” ujarnya.

Masuk sejak November 2023 dengan garapan sekitar 20 hektare, aktivitas PT Macmahon baru berjalan singkat namun sudah menimbulkan bencana.

Lebih parah lagi, operasi perusahaan ini dipertanyakan legalitasnya. PT Macmahon disebut belum mengantongi kontrak resmi dengan PT Citra Palu Mineral (CPM) selaku pemegang Kontrak Karya (KK). Dengan demikian, keberadaan perusahaan di Poboya dianggap ilegal.

Fakta longsor ini sekaligus menguatkan penolakan warga yang sejak awal menentang PT Macmahon. Mereka menilai perusahaan hanya membawa masalah: kecemburuan sosial antara tenaga kerja asing dan lokal, nihil manfaat untuk masyarakat, serta ancaman serius terhadap keselamatan dan lingkungan.

Kritik juga diarahkan pada rencana penambangan bawah tanah yang diproyeksikan mulai 2027. Warga mengingatkan, tambang berada tepat di jalur Sesar Palu Koro yang aktif. Jika dipaksakan, bukan hanya hidrogeologi yang rusak, tetapi nyawa masyarakat di sekitar tambang juga dipertaruhkan. (fal)

RIAU, Narasionline.id – Sebuah video dugaan penganiayaan di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, viral di media sosial pada Kamis (4/9/2025).

Video berdurasi 4 menit 2 detik itu memperlihatkan seorang wanita berbusana gamis kuning dan jilbab hitam memukul serta menjambak rambut seorang remaja putri. Meski korban berkali-kali memohon ampun dan meminta pelaku berhenti, aksi kekerasan terus berlanjut.

Pada detik ke-44 dan menit ke-3.35, pelaku bahkan sempat berusaha melucuti pakaian korban, namun berhasil dicegah.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook cipung886 pada Kamis malam. Dalam keterangannya, disebutkan penganiayaan dipicu dugaan perselingkuhan antara korban dan menantu laki-laki pelaku.

Kapolsek Moro Polres Karimun, AKP Sukowibowo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, penganiayaan terjadi pada Kamis (4/9) sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan Pangkal Lanang, Kelurahan Moro.

“Kami sudah mengamankan dua orang terduga pelaku yang masih ada hubungan keluarga. Korban dikeroyok,” ujar AKP Sukowibowo, Jumat (5/9).

Dua perempuan yang diamankan berinisial RA (44) dan SI (26). RA merupakan pelaku utama yang tampak memukul korban berinisial K (17). Sementara SI adalah orang yang merekam kejadian sekaligus ikut melakukan pemukulan.

“Motifnya sakit hati karena korban diduga berkomunikasi lewat WhatsApp dengan menantu RA. Dari situ RA menduga ada hubungan khusus antara korban dan menantunya,” jelas AKP Sukowibowo.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Moro. (Fal)

KEDIRI, Narasionline.id – Polres Kediri Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan 28 tersangka kerusuhan dan penjarahan di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan Gedung DPRD pada Sabtu 30 Agustus 2025 yang lalu.

Dari 28 tersangka yang telah diamankan oleh Polisi itu, 14 diantaranya masih berusia di bawah umur dan terdapat Satu orang perempuan.

Selain itu Polres Kediri Polda Jatim juga menetapkan Empat orang lainnya pada daftar pencarian orang (DPO).

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji saat menggelar konferensi pers, Selasa (2/9/25).

AKBP Bramastyo menjelaskan para tersangka yang diamankan diduga kuat terlibat dalam berbagai tindak pidana pengerusakan kantor pemerintahan, penyerangan terhadap aparat dan perusakan rambu lalu lintas.

Selain itu para tersangka juga diduga melakukan penjarahan barang-barang aset Pemerintah, dan DPRD Kabupaten Kediri serta Kantor Samsat Katang.

“Modusnya ada yang menjarah, membawa senjata tajam, mencuri bendera warga, sampai menyerang anggota Polri yang sedang bertugas,” terang AKBP Bramastyo di Mapolres Kediri.

Selain 28 tersangka, Polisi juga masih mengamankan 26 orang lain yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif untuk memastikan peran masing-masing dalam kerusuhan.

AKBP Bramastyo juga menambahkan, baik pelaku dewasa maupun anak-anak akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Baik dewasa maupun anak-anak akan kami lakukan penahanan. Namun, bagi yang merasa ikut menjarah barang-barang saat aksi kemarin, kami beri kesempatan untuk segera mengembalikan ke Mapolres Kediri. Silakan juga hubungi hotline kami di 085695101452,” tegasnya

Polisi menyebut sejumlah barang jarahan berhasil diamankan kembali.

Barang tersebut antara lain Satu wayang kenang-kenangan Bupati Kediri Mapanji Jayabaya dari Museum Kabupaten Kediri, tujuh monitor Lenovo, dua mouse, lima keyboard, satu televisi Samsung, satu layar kecil, tabung gas LPG 12 kilogram, lima unit CPU komputer, tiga printer, sebuah kipas, hingga alat ketapel

“Sebagian barang-barang sudah kita amankan kembali. Namun, masih ada aset penting dan artefak bersejarah yang belum ditemukan,” kata AKBP Bramastyo.

Sebelumnya, pada malam kejadian, Polisi berhasil mengamankan 123 orang yang diduga sebagai perusuh.

Mereka terdiri dari pelajar SMP, SMA, SMK, hingga santri pondok pesantren. Bahkan, ada yang masih di bawah umur.

“Ini yang cukup memprihatinkan. Anak-anak usia sekolah ikut-ikutan dalam aksi anarkis,” tambah AKBP Bramastyo.

Kapolres Kediri menuturkan, aksi brutal ini tidak hanya melibatkan warga lokal, tetapi juga massa dari luar daerah.

Sejumlah pelaku diketahui datang dari wilayah Blitar, Nganjuk, hingga Mojokerto.

“Ini yang sangat disayangkan. Artinya, bukan hanya anak-anak kita di Kediri yang terlibat, tapi juga ada massa luar daerah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kerusuhan sudah ada yang memprovokasi,” terangnya.

Selain menangkap para pelaku, kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV, perangkat elektronik, hingga dokumen penting yang diduga dijarah.

Semua bukti kini tengah dianalisis untuk memperkuat proses hukum.

Kapolres Kediri menegaskan, kasus ini masih terus dikembangkan. Pihaknya akan memburu sisa pelaku yang masuk DPO dan memastikan

“Kami akan tindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Tidak ada toleransi untuk tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik dan merugikan masyarakat luas,” tutupnya. (Bs)

BABEL, Narasionline.id – Motif janda muda MG (33) yang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kediamannya di wilayah Tanjung Batu, Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, diduga karena masalah asmara.

Hal ini diperkuat dengan isi surat wasiat yang dipegang korban saat ditemukan tewas. Dalam surat itu tertulis korban telah sakit hati kepada seseorang laki-laki yang diduga pacar korban.

“Motif bunuh diri sementara berpatokan pada surat wasiat yang sudah ditinggalkan oleh korban. Isinya sakit hati terhadap seorang laki-laki,” jelas PS Kaur Identifikasi, Bripka Ilham Apriansyah, Kamis (04/09/2025).

Di dalam surat wasiat itu, korban nekat gantung diri karena sakit hati dengan seorang pria bernama Ari. Korban mengaku sudah malu.

“Aku ngantong diri aku sakit ati ngan Ari aku lah malu (saya gantung diri karena sakit hari terhadap Ari, saya sudah malu, red),” begitulah tulis di secarik kertas tersebut

Sebelumnya, warga Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, kembali dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya, Kamis (04/09/2025).

Korban diketahui seorang janda berinisial MG (33), warga Kelurahan Tanjung Ketapang. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 08.00 WIB, yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

Kapolsek Toboali Iptu M. Syah Fetrianto membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya telah menerima laporan adanya seorang perempuan yang gantung diri di Sukadamai Toboali.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut saya bersama anggotanya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar Iptu M. Syah. (Neneng)

ACEH, Narasionline.id — Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa di lingkungan MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan pada Kamis (4/9/2025), saat seluruh siswa, dan dewan guru, menyambut kehadiran tamu istimewa, Kasubdit Vokasi dan Inklusif Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Anis Maskur, MA, beserta rombongan.

Penyambutan dilakukan dengan penuh khidmat melalui penampilan tarian tradisional Ranup Lampuan oleh Sanggar Seni MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan. Tarian khas Aceh ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga oleh generasi muda di madrasah.

Kepala MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan, H. Zahiri, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pejabat pusat Kemenag RI merupakan momen penting dalam memperkuat arah pendidikan madrasah berbasis keterampilan di Aceh Utara.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dr. Anis Maskur dan rombongan yang telah meluangkan waktu meninjau MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan. Kunjungan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berbenah dan menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi siswa,” ujar Zahiri.

Ia menambahkan, madrasah yang dipimpinnya berkomitmen melahirkan alumni yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia industri dan usaha (IDUKA). “Kami ingin anak-anak kami mampu berkarya, baik di dunia kerja formal maupun usaha mandiri yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Dalam arahannya, Dr. Anis Maskur, MA menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia industri dalam membangun kualitas lulusan madrasah keterampilan. Menurutnya, link and match antara madrasah dengan dunia usaha dan industri harus terus diperkuat agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang dibutuhkan pasar kerja.

“Keterampilan yang diajarkan di madrasah harus benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman. Kita tidak boleh berhenti pada kritik, tetapi harus bersama-sama mencari solusi untuk menyiapkan generasi yang unggul. Itu tanggung jawab kita sebagai pendidik,” ungkap Anis Maskur.

Ia juga mengapresiasi berbagai program keterampilan yang telah dikembangkan di MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan, seperti teknik otomotif, listrik, pengelasan, tata boga, tata busana, hingga pemasaran. Program tersebut, katanya, menjadi bekal penting bagi siswa untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si., Kasubag Tata Usaha Sabaruddin, M.Sos., Kasi Pendidikan Madrasah Munzir, M.Pd., Kasi Pendidikan Agama Islam Faisal, M.Pd., serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Saifuddin Fuadi, M.Ag.. Kehadiran pejabat Kemenag Aceh Utara ini menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan vokasi di madrasah.

Selain itu, Komite MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan, Ishak, juga memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap madrasah yang terus berinovasi dalam bidang keterampilan dan inklusifitas.

Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan peresmian Layanan Disabilitas MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan. Peresmian dilakukan langsung oleh Dr. Anis Maskur, didampingi Kepala Kantor Kemenag Aceh Utara H. Fadli dan Kepala MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan H. Zahiri.

Layanan ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen madrasah untuk memberikan akses pendidikan inklusif bagi semua kalangan, termasuk siswa penyandang disabilitas. Dengan fasilitas ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan bermutu di madrasah.

Acara berlangsung dalam suasana akrab, sederhana, namun sarat makna. Para siswa tampak antusias menyambut tamu dari pusat, sementara guru-guru bersemangat menyampaikan berbagai program unggulan yang telah berjalan di madrasah.

Kehadiran pejabat Kemenag RI tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi lebih luas antara madrasah di daerah dengan pemerintah pusat. “Kami ingin MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan menjadi contoh madrasah vokasi yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melahirkan generasi berkarakter, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” tutup Zahiri.

Dengan kunjungan ini, MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan semakin meneguhkan diri sebagai madrasah yang tidak hanya mengedepankan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup, kemandirian, dan inklusivitas. (Mn)

JAKARTA, Narasionline.id – Kejaksaan Agung resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Usai ditetapkan, Nadiem langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Pada Kamis (4/9/2025) sore, Nadiem keluar dari gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan. Tangannya diborgol sebelum digiring menuju mobil tahanan. Kejaksaan menyebut penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba, terhitung sejak hari ini.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Nurcahyo Jungkung Madyo, mengungkapkan kerugian negara akibat kasus ini mencapai hampir Rp2 triliun.

“Kerugian keuangan negara dari kegiatan TIK diperkirakan mencapai Rp1.980.000.000.000,” tegas Nurcahyo dalam konferensi pers.

Kasus ini berawal dari proyek pengadaan Chromebook untuk mendukung pembelajaran digital di sekolah. Hasil penyelidikan menemukan banyak kejanggalan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Salah satunya, perangkat yang gagal uji coba tetap dipaksakan untuk dijalankan.

Sebelumnya, Kejaksaan sudah menetapkan empat tersangka, yakni Sri Wahyuningsih (SW), mantan Direktur Sekolah Dasar; Mulyatsyah (MUL), mantan Direktur SMP; Jurist Tan (JT/JS), staf khusus Mendikbudristek saat itu; serta Ibrahim Arief (IBAM), konsultan perorangan pada program infrastruktur teknologi pendidikan. Dengan ditetapkannya Nadiem, jumlah tersangka bertambah menjadi lima orang.

Nurcahyo menegaskan, penahanan terhadap Nadiem diperlukan demi memperlancar proses penyidikan sekaligus mencegah potensi hilangnya barang bukti maupun intervensi terhadap penyidikan.

Kasus Chromebook ini sempat menuai sorotan publik, mengingat program tersebut dipromosikan sebagai terobosan digitalisasi pendidikan di era Nadiem. Namun, hasil penyelidikan justru mengungkap penyimpangan besar yang menimbulkan kerugian fantastis bagi negara.

Kejaksaan memastikan akan terus mengembangkan perkara ini. Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka kembali bertambah jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.

“Kami bekerja profesional dan transparan. Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik,” kata Nurcahyo.

Dengan penahanan Nadiem, kasus ini memasuki babak baru yang lebih kompleks. Publik kini menantikan langkah Kejaksaan berikutnya dalam menuntaskan perkara korupsi bernilai triliunan rupiah tersebut. (bob)

PALU, Narasionline.id – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R., S.H., M.H., didampingi para pejabat utama Kejati Sulteng, menerima kunjungan silaturahmi Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, di ruang kerja Kajati Sulteng lantai 3, Rabu (3/9/2025).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam diskusi tersebut, kedua pimpinan lembaga saling bertukar informasi sekaligus membahas dinamika yang tengah berkembang di masyarakat, khususnya terkait kondisi keamanan dan stabilitas sosial pasca aksi demonstrasi.

Keduanya menekankan pentingnya sinergitas antara aparat penegak hukum dan TNI dalam menjaga ketertiban, stabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik.

Selain itu, turut dibahas peran dan fungsi masing-masing institusi yang memiliki irisan dalam pelaksanaan tugas, baik dalam penegakan hukum, peneguhan ketertiban, maupun upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi antara Kejati Sulteng dan Kodam XXIII/Palaka Wira semakin solid dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik serta terciptanya suasana harmonis di tengah masyarakat. (red)

BOGOR, Narasionline.id – Kamis, 4 September 2025 – Universitas Esa Unggul (UEU) bersama sejumlah mitra strategis melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini mengusung tema “Peran Media Sosial dalam Komunikasi Digital Marketing untuk Perilaku Hidup Sehat.” Salah satu narasumber, Dr. Iswadi selaku dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UEU, menyampaikan materi berjudul “Strategi Komunikasi Digital untuk Hidup Sehat” dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi kesehatan.

Dipimpin oleh Dr. Ayu Larasati, dosen FIKOM UEU, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian lintas sektor yang membekali masyarakat dengan keterampilan praktis di bidang literasi digital dan kesehatan.

Dalam paparannya, Dr. Iswadi menekankan bahwa media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan atau komunikasi personal, tetapi juga efektif sebagai medium edukasi. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten edukatif yang mendorong perubahan positif,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dalam membuat konten digital sederhana bertema kesehatan. Konten tersebut kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara institusi pendidikan tinggi, dunia industri, dan layanan kesehatan, yang sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar kesehatan masyarakat dan literasi digital.

Institusi yang terlibat dalam program ini meliputi:

Universitas Esa Unggul (UEU)

Pemerintah Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung

PT Prima Solusi Sukses

Universitas Media Nusantara Citra (MNC University)

Universitas Bung Karno (UBK)

IBI Kesatuan Bogor

Rumah Sakit Hermina Ciawi

Universitas Nusa Putra

Peserta kegiatan dibagi ke dalam tiga tim lintas institusi yang mendampingi warga dalam pelatihan, diskusi, serta praktik pembuatan konten digital bertema kesehatan, meliputi gizi seimbang, kebersihan lingkungan, imunisasi, manajemen stres, dan kesehatan mental.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga maupun perangkat desa. Kepala Desa Pasir Angin menyampaikan apresiasi atas manfaat kegiatan yang bersifat aplikatif. “Warga kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan ini membuktikan bahwa media digital dapat menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan, termasuk di wilayah pedesaan. Universitas Esa Unggul bersama mitra strategis menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (bob)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.