BABEL, Narasionline.id – Motif janda muda MG (33) yang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kediamannya di wilayah Tanjung Batu, Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, diduga karena masalah asmara.

Hal ini diperkuat dengan isi surat wasiat yang dipegang korban saat ditemukan tewas. Dalam surat itu tertulis korban telah sakit hati kepada seseorang laki-laki yang diduga pacar korban.

“Motif bunuh diri sementara berpatokan pada surat wasiat yang sudah ditinggalkan oleh korban. Isinya sakit hati terhadap seorang laki-laki,” jelas PS Kaur Identifikasi, Bripka Ilham Apriansyah, Kamis (04/09/2025).

Di dalam surat wasiat itu, korban nekat gantung diri karena sakit hati dengan seorang pria bernama Ari. Korban mengaku sudah malu.

“Aku ngantong diri aku sakit ati ngan Ari aku lah malu (saya gantung diri karena sakit hari terhadap Ari, saya sudah malu, red),” begitulah tulis di secarik kertas tersebut

Sebelumnya, warga Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, kembali dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya, Kamis (04/09/2025).

Korban diketahui seorang janda berinisial MG (33), warga Kelurahan Tanjung Ketapang. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 08.00 WIB, yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

Kapolsek Toboali Iptu M. Syah Fetrianto membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya telah menerima laporan adanya seorang perempuan yang gantung diri di Sukadamai Toboali.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut saya bersama anggotanya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar Iptu M. Syah. (Neneng)

MAKASSAR, Narasionline.id – Kebakaran hebat melanda Gedung DPRD Kota Makassar pada Jumat malam (29/8/2025) usai massa merangsek masuk ke area kantor dan membakar sejumlah kendaraan di lokasi parkir. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa serta kerugian materiil yang sangat besar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengungkapkan bahwa sedikitnya 67 unit mobil hangus terbakar dalam insiden ini.

“Berdasarkan asesmen sementara, ada 67 mobil yang hangus terbakar,” ujar Fadli kepada awak media, Sabtu (30/8/2025).

Ia menjelaskan, mayoritas kendaraan yang terbakar merupakan mobil dinas, namun beberapa kendaraan pribadi milik anggota dewan maupun pejabat Pemkot Makassar juga turut menjadi korban amukan massa.

“Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada juga beberapa mobil pribadi yang ikut terbakar,” jelasnya.

Selain mobil, Fadli menambahkan, terdapat sejumlah sepeda motor yang juga dibakar massa. Namun pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah pastinya.

“Ada beberapa sepeda motor juga,” ujarnya singkat.

Terkait korban jiwa, Fadli menyebutkan, berdasarkan data terakhir BPBD Kota Makassar, tercatat delapan orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua mengalami luka berat, dan tiga lainnya luka sedang.

“Total korban ada delapan orang. Tiga korban meninggal dunia, dua luka berat, dan tiga lainnya luka sedang,” ungkapnya.

Para korban meninggal dunia telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Sementara korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sebelumnya, kericuhan bermula saat massa membakar sejumlah sepeda motor di Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Jumat malam. Massa kemudian merusak videotron di depan gedung DPRD Makassar, menjebol pagar, dan memasuki area kantor. Di dalam kawasan tersebut, mereka membakar motor dan mobil yang terparkir, hingga api merembet dan melalap seluruh bangunan DPRD Makassar.

Hingga Sabtu pagi, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi. BPBD bersama TNI dan Polri juga terus melakukan asesmen serta pengamanan di sekitar gedung DPRD Makassar. (Panji)

JAKARTA, Narasionline.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh prosedur pengamanan aksi, menyusul insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol) berinisial AK yang tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Kapolri mengakui bahwa kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi sejak 2019. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembenahan internal dan penegakan hukum yang tegas terhadap oknum yang melanggar prosedur.

“Kadang-kadang memang peristiwa seperti ini terjadi. Namun, proses penanganan selalu berjalan dan evaluasi akan terus kita lakukan. Kita akan pastikan setiap pelanggaran ditangani secara serius,” ujar Jenderal Sigit di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Jenderal Sigit menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Propam Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat. Proses penyelidikan juga akan melibatkan pihak eksternal guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Kita akan cek semua prosesnya dan pastikan penanganannya transparan. Kami ingin publik tahu bahwa Polri bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran,” tambahnya.

Menanggapi informasi adanya kebakaran di kawasan Simpang 5 dekat Mabes Brimob serta kerumunan sejumlah pengemudi ojol yang mendatangi Markas Brimob, Kapolri mengatakan bahwa seluruh situasi saat ini sedang dimonitor dan ditangani oleh petugas di lapangan.

“Nanti kita akan rapatkan. Yang jelas, kita tangani semuanya satu per satu dan mudah-mudahan semuanya bisa terkelola dengan baik,” kata Kapolri.

Kapolri juga menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan mendetail terkait perkembangan situasi di lapangan, baik soal keamanan, proses penyelidikan, maupun penanganan aksi massa.

“Nanti kita cek. Semua informasi akan diverifikasi, dan setelah itu akan kita sampaikan secara lengkap kepada publik,” pungkasnya. (*)

SIDOARJO, Narasionline.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Tambaksawah Industri, Dusun Jabon, Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (26/8) pagi.

Seorang pengendara motor berusia 28 tahun, Budairi Usman, warga Kabupaten Kediri, tewas setelah terlindas truk tangki.

Menurut warga sekitar, Setiawan, insiden bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda nopol AG 5807 EBF melaju dari arah barat ke timur. Saat berusaha menyalip truk tangki nopol N 8570 UT dari sisi kanan, tiba-tiba seekor kucing menyeberang jalan.

“Korban menabrak kucing itu, lalu motornya oleng dan terjatuh ke kiri,” ujar Setiawan.

Nahas, tubuh korban terjatuh ke kolong truk dan terlindas roda belakang sebelah kanan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah. Sementara itu, kucing yang tertabrak juga mati di tempat.

Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk visum. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Jodi Indrawan, membenarkan insiden tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Saat ini, kendaraan yang terlibat sudah diamankan polisi. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Red)

KEDIRI, Narasionline.id – Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga Kediri berubah menjadi mimpi buruk. Jalan Raya Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (26/8/2025) pagi, menjadi saksi bisu kecelakaan beruntun yang merenggut dua nyawa sekaligus.

Dua pria pengendara motor tewas di tempat, tubuh mereka tergeletak tak bernyawa di aspal yang basah oleh darah. Tragedi itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat lalu lintas padat dipenuhi kendaraan warga yang bergegas menuju tempat kerja.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri, Iptu Budi Winariyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat pada pukul 07.30 WIB dan langsung bergegas ke lokasi. “Kami segera menuju TKP begitu mendapat kabar. Situasinya cukup kacau,” ujar Budi dengan nada serius.

Dari keterangan saksi, kecelakaan ini melibatkan empat kendaraan: sebuah truk gandeng, colt diesel, mobil Toyota Innova, dan motor Honda Vario yang dikendarai para korban.

Budi menjelaskan kronologi memilukan itu. Truk gandeng melaju dari arah Simpang Lima Gumul (SLG) ke arah selatan. Dari belakang, colt diesel dan mobil Innova berusaha menyalip truk tersebut. Di sisi lain, motor Vario berada tepat di samping truk gandeng.

“Motor korban terhimpit di antara truk gandeng, lalu disusul colt diesel. Di saat bersamaan, mobil Innova ikut mencoba mendahului. Situasi saling mendahului inilah yang memicu kecelakaan beruntun,” jelasnya.

Benturan keras tak terelakkan. Motor korban tergilas, dan dua pengendaranya tewas seketika di lokasi kejadian. Kepanikan pun melanda pengguna jalan yang menyaksikan langsung peristiwa mengerikan itu.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Identitas kedua korban belum diketahui, dan jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit di kawasan Simpang Lima Gumul.

“Kami akan memberikan informasi terbaru segera setelah proses identifikasi selesai,” pungkas Budi. (red)

KABUPATEN PATI, Narasionline.id – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan tetap menggelar aksi besar-besaran meski Bupati Pati Sudewo telah membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Target mereka kini jelas, memaksa Sudewo mundur dari jabatan.

Aksi akan digelar Rabu (13/8) di sekitar Pendopo Kabupaten Pati. Dukungan publik mengalir deras. Ribuan kardus air mineral, makanan ringan, dan buah-buahan menumpuk di posko-posko donasi yang membentang dari depan Kantor Bupati hingga Gedung DPRD Pati.

“Tuntutan kami jelas, Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri secara ksatria, atau dilengserkan secara paksa oleh rakyat,” tegas inisiator aksi, Supriyono, Senin (11/8). Ia memastikan massa yang hadir akan melampaui tantangan Sudewo sebelumnya yang menyebut “50 ribu orang.”

Tak main-main, Koordinator Donasi AMPB, Teguh Isdiyanto, memperkirakan jumlah peserta mencapai 150 ribu orang tiga kali lipat dari angka itu.

Situasi memanas memicu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati meliburkan 22 sekolah dari TK hingga SMP di wilayah Pati Kota. Seluruh siswa diarahkan belajar daring demi keamanan, sesuai arahan Polresta Pati.

Polisi bersiap penuh. Sebanyak 2.781 personel gabungan Polres, Polda, TNI, dan unsur terkait dikerahkan. Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, memastikan pengamanan ketat di alun-alun dan sekitarnya. Sejumlah kamera pengawas dipasang, arus lalu lintas di pusat kota akan dialihkan mulai pukul 07.00 WIB.

Bupati Sudewo kini berhadapan dengan gelombang kemarahan rakyat terbesar dalam sejarah Pati. Besok, alun-alun akan menjadi medan penentuan. (Panji)

MOJOKERTO, Narasionline.id – Minggu (10/8/2025) pagi, warga Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, digemparkan oleh penemuan sebuah bungkusan misterius di area persawahan.

Seorang warga yang sedang berjalan-jalan di sekitar sawah mencurigai bungkusan tersebut karena tercium bau tidak sedap. Bungkusan yang dibalut bed cover dan diikat dengan tiga tali itu menimbulkan dugaan bahwa isinya adalah jasad manusia.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada perangkat di lingkungan setempat, yang selanjutnya meneruskan informasi ke Polsek Magersari. Tim Inafis bersama relawan dan warga setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah dibuka, bungkusan tersebut ternyata berisi bangkai seekor anjing.

“Alhamdulillah, ternyata bukan mayat,” ujar salah satu warga yang turut membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

Sumber: Info Kriminal Lantas Jatim (ILKJ)
Penulis: Damar17

PANGKALPINANG, Narasionline.id — Misteri hilangnya wartawan senior sekaligus pemilik media online Okeybozz.com, Adityawarman (48), berakhir tragis. Ia ditemukan tewas di dasar sumur tua di kebun miliknya, Jalan Jembatan 12, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Jumat (8/8/2025).

Sehari sebelumnya, Kamis siang (7/8/2025), Adityawarman dilaporkan hilang. Tim kepolisian bergerak cepat melakukan pencarian dengan metode penyisiran berlapis, dibantu unit anjing pelacak. Jejak terakhir korban terendus mengarah langsung ke sumur tua di area kebun.

Saat tutup sumur dibuka, aroma menyengat langsung menyeruak. Evakuasi yang berlangsung dramatis itu mengungkap fakta mengerikan: tubuh Adityawarman tergeletak di dasar sumur, dalam kondisi mengenaskan.

Hasil penelusuran awal polisi mengarah kepada Hasan Basri, penjaga kebun yang selama ini bekerja untuk korban. Hasan menghilang bersamaan dengan raibnya mobil Daihatsu Terios BN 1397 TE milik Adityawarman. Beberapa jam kemudian, mobil tersebut terlacak di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Dari pengembangan penyelidikan, polisi membekuk Akmal alias Martin, yang diduga kuat rekan Hasan, di wilayah OKI. Akmal kini diamankan di Mapolres OKI untuk diperiksa intensif. Penyidik mendalami perannya, termasuk kemungkinan keterlibatan langsung dalam eksekusi atau hanya membantu pelarian.

Meski indikasi perampasan harta muncul dari hilangnya kendaraan korban, polisi tidak menutup kemungkinan adanya motif lain. Mengingat sosok Adityawarman dikenal vokal, kritis, dan kerap menyoroti persoalan sosial serta dugaan penyimpangan di daerah, penyidik juga fokus menelusuri kemungkinan adanya dendam atau tekanan terkait pemberitaan yang pernah ia angkat.

Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi, guna memastikan penyebab kematian serta adanya tanda-tanda kekerasan tertentu.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung, dalam pernyataannya, mengecam keras tindakan keji tersebut.

Kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan pers. Kami mendesak aparat untuk mengusut tuntas, menangkap seluruh pelaku, dan memberikan hukuman seberat-beratnya,” tegasnya.

“Kami ingin semua yang terlibat dihukum maksimal. Abang kami orang baik, bekerja untuk masyarakat, dan tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini,” ungkap salah satu kerabat dengan suara bergetar.

Kasus ini meninggalkan duka mendalam di kalangan jurnalis Bangka Belitung. Adityawarman dikenang sebagai wartawan berprinsip, berani, dan tidak kompromi terhadap fakta. Rekan-rekan seprofesi sepakat, perjuangan dan dedikasinya akan menjadi semangat untuk terus memperjuangkan kebebasan pers di daerah. (Sinurat)

DEMAK, Narasionline.id – Kasus hukum yang menimpa seorang guru madrasah diniyah (Madin) di Demak, Ahmad Zuhdi atau Kyai Zuhdi (60), berakhir damai setelah pelapor mendatangi kediamannya untuk meminta maaf. Perkara tersebut sempat menyita perhatian publik dan menuai kecaman luas terhadap pelapor di media sosial. Sebaliknya, dukungan bagi Kyai Zuhdi terus mengalir dari masyarakat, tokoh agama, hingga pejabat pemerintah.

Kyai Zuhdi merupakan pengajar di Madin Raudlatul Muta’alimin, Dukuh Ngampel, Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Ia dilaporkan ke pihak berwajib oleh mantan santriwatinya, Siti Mualimah (37), warga RT 11 RW 02 Desa Jatirejo, yang juga merupakan ibu dari seorang siswa bernama Adih (11). Pelaporan itu dilakukan setelah Adih diduga dipukul oleh Kyai Zuhdi karena melempar sandal hingga mengenai kepala sang guru.

Akibat laporan tersebut, Kyai Zuhdi dikenai tuntutan pembayaran denda damai sebesar Rp25 juta, yang kemudian disepakati menjadi Rp12,5 juta. Uang tersebut dikumpulkan dari hasil penjualan sepeda motor yang biasa digunakan Kyai Zuhdi untuk mengajar, serta hasil patungan para rekan guru.

Dukungan kepada Kyai Zuhdi mulai mengalir sejak Jumat (18/7/2025) pagi. Bupati Demak dr. Eistianah, SE menyampaikan dukungannya melalui Camat Karanganyar, Ungguh Prakoso, S.STP, M.Si. Ketua DPRD Demak Zayinul Fata, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), tokoh agama, masyarakat, dan penceramah nasional Gus Miftah juga menyampaikan solidaritasnya terhadap Kyai Zuhdi.

Pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, Siti Mualimah bersama keluarga, termasuk Adih, datang ke rumah Kyai Zuhdi untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Mereka juga membawa kembali uang denda Rp12,5 juta untuk dikembalikan. Namun, dengan ketulusan hati, Kyai Zuhdi menolak uang tersebut dan menyatakan telah mengikhlaskannya sejak awal.

Fatkhur Rohman, pengurus harian DPAC FKDT Kecamatan Gajah sekaligus Kepala Madin Sabilul Huda, Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah, mengungkapkan bahwa Kyai Zuhdi menunjukkan sikap luar biasa dalam menyikapi masalah ini.

“Beliau langsung memaafkan. Bahkan sejak awal, Kyai Zuhdi sudah ikhlas. Pelapor dulunya juga santriwatinya. Dalam dunia pesantren, tidak ada istilah bekas santri ataupun bekas kyai,” ujar Fatkhur.

Nur Rohim, anggota Banser dari Desa Wonorejo yang ikut menjaga rumah Kyai Zuhdi sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, juga mengonfirmasi bahwa uang denda telah dibawa oleh pelapor untuk dikembalikan, tetapi ditolak karena telah diikhlaskan.

Lebih dari itu, Kyai Zuhdi menunjukkan jiwa besar dengan tetap menerima Adih sebagai murid di madrasahnya. Ia meminta agar Adih tetap melanjutkan pendidikan dan mengaji seperti biasa.

“Subhanallah… benar-benar keteladanan yang luar biasa dari seorang guru,” pungkas Fatkhur Rohman.

(Red)

PADANG PARIAMAN, NARASIONLINE.ID — Warga Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dikejutkan oleh penemuan potongan tubuh manusia yang terdampar di tepi pantai, Rabu pagi (18/6/2025). Potongan kepala dan tangan yang dibungkus plastik serta dibalut kain sarung itu pertama kali ditemukan seorang penambang pasir di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batang Anai.

“Awalnya saya kira boneka, tapi setelah saya dekati, saya langsung gemetar. Ternyata itu kepala manusia,” ujar Rizal (34), penambang pasir yang menemukan potongan tubuh tersebut.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan segera melakukan olah TKP dan menghubungkan temuan tersebut dengan kasus penemuan mayat perempuan sehari sebelumnya, Selasa (17/6/2025), pukul 10.27 WIB. Saat itu, sesosok jasad perempuan tanpa tangan dan kaki ditemukan mengapung di perairan Kasang, dekat kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar.

Setelah proses identifikasi, diketahui bahwa korban bernama Dinda, warga Lubuk Alung. Seluruh potongan tubuh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.

Penyelidikan intensif membuahkan hasil. Tim Gagak Hitam Reskrim Polres Padang Pariaman berhasil menangkap pelaku yang diketahui bernama Wanda (36), warga Pasar Usang, Lubuk Alung. Ia diringkus di rumahnya pada Kamis dini hari (19/6/2025).

“Pelaku mengaku menghabisi korban Dinda, lalu memutilasi tubuhnya dan membuang potongan-potongan itu ke sungai dekat rumah,” ungkap Kapolres Padang Pariaman AKBP Yudi Mahendra, S.I.K., dalam konferensi pers pagi ini.

Yang mengejutkan, Wanda juga mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap dua perempuan lain yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang, yakni Siska Oktavia Rusdi (alias Cika) dan Adek Gustiana. Keduanya sempat viral setahun lalu karena hilang secara misterius. Saat itu, hanya sepeda motor dan sandal milik mereka yang ditemukan.

“Dari pengakuan pelaku, kedua korban dikuburkan di sumur tua di belakang rumahnya. Kita sedang lakukan proses pembongkaran lokasi bersama BPBD,” tambah AKBP Yudi.

Sejak pagi, warga Pasar Usang berkumpul di sekitar rumah pelaku untuk menyaksikan proses evakuasi. Beberapa warga mengaku tak menyangka bahwa Wanda yang selama ini dikenal tertutup, menyimpan rahasia kelam.

“Orangnya pendiam, tapi enggak pernah ada curiga sampai setega itu. Kami benar-benar syok,” kata Umi (47), salah satu tetangga pelaku.

Saat ini, rumah pelaku telah dipasangi garis polisi, sementara tim gabungan dari Polres dan BPBD Padang Pariaman masih melakukan pembongkaran sumur untuk menemukan sisa jasad kedua korban lainnya.

Kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi salah satu tragedi paling mengerikan di Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir. (Yon)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.