Perjudian di Dusun Rokwali Cemari Citra Desa, Warga Desak Polisi Bertindak Tegas!

oleh -282 Dilihat
oleh
Foto. Ilustrasi.

PASURUAN, Narasionline.id – Praktik perjudian di Dusun Rokwali atau Oro-oro Kwali, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali menjadi sorotan. Kawasan tersebut disebut-sebut kerap dijadikan ajang perjudian sabung ayam dan judi cap jiki (bola setan) yang meresahkan warga.

Aktivitas ilegal itu diduga telah berlangsung lama dan nyaris tanpa henti. Berdasarkan penuturan sejumlah warga, arena judi di Dusun Rokwali bisa beroperasi hampir setiap hari, hanya berhenti sesekali untuk menghindari pantauan aparat.

“Perjudian di sini bukan baru sekali. Sudah sering, bahkan bisa dibilang rutin. Kadang tiap hari, kadang berhenti seminggu. Mungkin supaya tidak mudah diketahui polisi,” ungkap salah satu warga, Sabtu (11/10).

Baca Juga :  Arief Prasetyo: Saatnya Fokus Keluarga, Siap Jika Diperintah Presiden

Warga juga mengaku sempat melihat beberapa anggota kepolisian mendatangi lokasi pada Jumat (10/10). Namun sayangnya, dugaan kuat menyebut informasi operasi tersebut bocor lebih dulu, sehingga para pelaku berhasil kabur sebelum dilakukan penindakan.

“Kemarin ada polisi datang, tapi sayangnya sudah bocor,” ujar Wagiman (nama samaran), warga setempat.

Kemarahan warga semakin memuncak karena praktik perjudian tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng citra Desa Beji yang selama ini dikenal religius dan berbudaya santun. Mereka menilai pembiaran terhadap praktik semacam ini sama saja dengan merusak moral masyarakat dari dalam.

Baca Juga :  Judi Sabung Ayam Terang-terangan di Sedati, Aparat Diduga Tutup Mata

“Kalau aparat tidak tegas, ini bisa jadi kebiasaan yang menular. Anak-anak kita lihat langsung dan bisa menganggap judi itu hal biasa. Padahal itu penyakit sosial yang menghancurkan masa depan mereka,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Warga kini berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Mereka siap melaporkan dan bahkan turun langsung membubarkan setiap aktivitas perjudian yang muncul di wilayahnya.

“Monggo, kalau ada yang tahu ada sabung ayam atau jiki lagi, kami bersama warga siap turun langsung. Ini bukan sekedar soal hukum, tapi soal menjaga martabat desa kami,” tandas tokoh masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Pulihkan Kinerja dan Layanan Publik, Pemkab Tubaba Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional

Warga berharap kepolisian menindak tegas para pelaku dan menutup permanen lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena judi. Bagi mereka, perjudian tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga merusak sendi moral, memperburuk citra desa, dan menodai masa depan generasi muda. (lukas)

Editor: Bob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.